BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1. Apa itu
perekonomian sederhana
Untuk
memperoleh gambaran menyeluruh tentang perekonomian dipakai suatu model
sederhana, yaitu lingkaran kegiatan ekonomi. Sebuah model adalah suatu kerangka
berfikir atau slema yang disederhanakan dari keadaan yang sebenarnya atau skema
yang disederhanakan dari keadaan sebenarnya sangat kompleks. Model yang paling
sederhana dan paling dasar bisa disebut perekonomian sederhana yaitu suatu model
dimana hanya menunjukan hubungan antara masyarakat ( konsumen) dengan dunia usaha ( produsen).
2. Apa saja
fungsi tabungan?
Tabungan adalah
bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsikan. Jadi disimpan dan akan
digunakan di masa yang akan datang. Pendapatan merupakan faktor utama yang
terpenting untuk menentukan konsumsi dan tabungan.
1.3. Tujuan
1. Untuk
dapat memahami apa itu perekonomian
sederhana ( perekonomian dua sektor)
2. Untuk
dapat mengetahui fungsi tabungan.
BAB II
ISI
2.1 Pengertian Perekonomian Dua Sektor
Perekonomian
dua sektor merupakan penyederhanaan
dalam mempelajari sistem perekonomian secara keseluruhan. Keseimbangan dalam perekonomian dua sektor merupakan
keseimbangan dari sisi pendapatan dan Sisi pengeluaran yang dilakukan oleh
sektor rumah tangga dan sektor swasta dengan mengabaikan sektor pemerintah dan
sektor luar negeri.
Perilaku
pengeluaran yang dilakukan oleh sektor rumah tangga bisa dilakukan dengan
membuat fungsi konsumsi dan fungsi tabungan untuk melihat Bagaimana perubahan
pendapatan terhadap tingkat pengeluaran konsumsi dan tabungan.
Kecenderungan bagi sektor rumah tangga
untuk melakukan konsumsi disebut Marginal Propensity to Consume ( MPC) .
Dalam perekonomian
dua sektor sumber pendapatan yang diperoleh rumah tangga adalah dari
perusahaan. pendapatan ini meliputi gaji,
upah, sewa, bunga dan keuntungan adalah sama nilainya dengan
pendapatan nasional. Dan Oleh karena itu
pemerintah tidak memungut pajak maka pendapatan nasional ( Y) adalah sama dengan pendapatan disposebel ( Yd) atau Y
= Yd.
pendapatan yang digunakan rumah
tangga akan digunakan untuk dua tujuan yaitu untuk pengeluaran konsumsi dan
ditabung. Tabungan ini akan dipinjamkan
kepada penanam modal atau investor dan akan digunakan untuk membeli barang
modal seperti mesin atau peralatan produksi lainnya, mendirikan bangunan pabrik dan bangunan.[1]
2.2 Ciri-ciri aliran pendapatan dalam perekonomian dua sektor.
1.
sebagai balas jasa kepada
penggunaan faktor-faktor produksi yang dimiliki sektor rumah tangga oleh sektor
perusahaan, sektor rumah tangga akan
memperoleh aliran pendapatan berupa gaji,
sewa, bunga, upah, untung.
2.
sebagian besar dari berbagai
jenis pendapatan yang diterima oleh sektor rumah tangga akan digunakan untuk
konsumsi yaitu membeli barang barang dan jasa jasa yang dihasilkan oleh sektor
perusahaan.
3.
sisa dari berbagai jenis
pendapatan rumah tangga yang tidak digunakan untuk pengeluaran konsumsi akan
ditabung institusi.
4.
pengusaha yang membutuhkan modal dalam melakukan investasi
akan meminjam tabungan yang dikumpulkan oleh institusi keuangan dari sektor
rumah tangga.[2]
2.3 Siklus
Interaksi Pelaku Ekonomi ( Cilcular Flow Diagram ) dengan Dua Sektor.
Dalam siklus interaksi pelaku ekonomi ( cilcular
flow ekonomi) dijelaskan mengenai aliran
diagram pendapatan pada perekonomian tertutup yang hanya melibatkan Dua pelaku
kegiatan ekonomi. untuk lebih jelasnya perhatikan bagan berikut

Dari bagan
terlihat bahwa sektor rumah tangga konsumen akan menjual faktor produksi pada
sektor perusahaan atau rumah tangga produsen agar memperoleh pendapatan. dalam hal ini sektor rumah tangga konsumen
akan memberikan faktor produksi seperti tanah, tenaga kerja, modal, atau keahlian pada perusahaan ( garis a). Sebagai balasan atas faktor produksi yang diberikan
oleh sektor rumah tangga maka sektor perusahaan akan memberikan balas jasa
berupa sewa untuk tanah, upah atau gaji tenaga kerja, bunga atau sewa untuk modal dan keuntungan bagi
keahlian ( garis b).
setelah sektor rumah tangga memperoleh balas
jasa atas faktor produksi yang mereka jual kepada perusahaan maka sektor rumah
tangga memiliki pendapatan yang siap untuk dibelanjakan yaitu pendapatan
setelah dikurangi tabungan dan pajak pada sektor perusahaan, berupa pembelian barang dan jasa ( garis c
bawah). kemudian sektor rumah tangga
produsen akan menyerahkan barang dan jasa tersebut kepada sektor rumah tangga
konsumen ( garis d). [3]
|
Konsumsi adalah
permintaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya berupa barang
barang konsumsi
|
Adapun hubungan antara tabungan dan pendapatan
menggambarkan fungsi tabungan. cara
matematis fungsi konsumsi dan fungsi tabungan dapat ditulis sebagai berikut :
C = F (Y)
S = F (Y)
|
|
Keterangan :
C = pengeluaran untuk konsumsi.
a = besarnya konsumsi pada saat pendapatan tidak
ada ( sama dengan nol) daun disebut konsumsi otonom.
|
Yd = Pendapatan
disposable.
Average
propensary to consume ( APC) atau hasrat konsumsi rata-rata dihitung dengan
rumus sebagai berikut :
a =
( APC - MPC) Yd
adapun b
dihitung dengan rumus sebagai berikut
MPC
= ΔC
|
|
C = a + bY
S = Y - C
S - Y - ( a + bY)
- Y - a - bY
= -a + ( I - b ) Y
Dengan demikian secara sistematis tabungan dapat ditulis sebagai
berikut :
S = a + ( 1 - b ) Y
Hubungan antara
MPC dan MPS atau Marginal propensity to invest ( MPI) sebagai berikut :
MPC + MPS = 1 atau MPC + MPI = 1 dan MPI =
Tingkat pendapatan Break even
point ( BEP ) atau Break Event Income ( BEY ) atau titik impas adalah tingkat pendapatan
yang habis digunakan untuk konsumsi.
Y = C
Keterangan :
Y = tingkat
pendapatan , C = Konsumsi
|
keseimbangan ekonomi atau pendapatan
keseimbangan adalah tingkat pendapatan pada saat besarnya tabungan habis
digunakan untuk investasi.
S = I
Keterangan :
S : fungsi
tabungan , I = Investasi
2.4 Faktor yang
mempengaruhi tingkat konsumsi dan tabungan
Beberapa
faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi dan tabungan rumah tangga yaitu
sebagai berikut :
|
a)
tingkat bunga.
b)
sikap berhemat.
c)
keadaan perekonomian.
d)
distribusi pendapatan.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Komentar
Posting Komentar